How To Heandel Stress in The Office

Stress bisa melanda siapa saja, termasuk pekerjaan kantoran. Terutama bagi mereka yang menganggap pekerjaan hanya sebatas kewajiban atau beban. Sejatinya stress merupakan suatu respons psikologis dan tubuh terhadap peristiwa, yang membuat keseimbangan seseorang terganggu. Faltor yang menimbulkan tekanan mental disebut stressor, sedangkan stress adalah akibatnya.

Stress bisa menyerang siapapun,kapanpun,diamanapun. Stress bisa disebut  sebagai “bumbu” kehidupan dan tidak dapat dielakkan. Bahkan, ada juga orang yang hampir selalu membutuhkan stress untuk eksistensinya. Stress dibedakan menjadi austress, yaitu tekanan mentel yang sifatnya sehat atau positif. Misalnya, ketika seseorang menghadapi stressor tertentu dimana dia harus berkompetisi dengan orang lain. Untuk stressor jenis itu justru menyebabkan stress yang sehat atau berefek positif meningkatkan energi, semangat, dan gairah. Stress jenis ini sebetulnya diperlukan seseorang agar bisa fight dan bertahan. Walaupun kata-kata stress berkonotasi negatif, tapi tidak selalu berarti jelek. Stress perlu ada agar ada motivasi, pertumbuhan, perkembangan, serta perubahan.

Kebalikan eutress adalah distress, kondisi saat seseorang menghadapi stressor kemudian berbuah negatif pada dirinya. Penyebabnya bisa karena stressor yang terlalu berat atau kepribadian orang tersebut yang memang lemah. Akbitanya adalah timbullah penderitaan mental. Selama ini kebanyakan orang sebut sebagai stress itu sebetulnya adalah disstress, kalau eustress umumnya tidak disebut sebagai stress, melainkan suatu kekuatan. Berbagai masalah atau perubahan dalam kehidupan bisa memicu stress. Misalnya, kematian bianatang kesayangannya, kematian orang terkasih, mengurus anak atau orang tua sakit-sakitan, lingkungan bertetangga yang tidak nyaman, pindah rumah, cekcok dengan mertua, perceraian, hingga kehamilan yang tidak diinginkan. selain itu masalh kerjaan seperti mutasi, pemsiun, ketidakcocokan patner kerja, atau sering bertengkar dengan atasan juga bisa menjadi stresssor. Pertanyaan yang kerap muncul, apakah suatu pekerjaan bisa menimbulkan stress. Jawabanya bisa ya bisa tidak. Bila individu yang bekerja tersebut menganggap pekerjaan sebagai sarana aktualisasi diri, sesuatu yang dapat meningkatkan harga diri atau memenuhi kebutuhannya, maka dia tidak akan dibuat stress oleh pekerjaannya. Baginya, pekerjaan adalah sesuatu yang menyenangkan dan tantangan menarik yang memacunya berkreasi atau berprestasi. sebaliknya, Suatu pekerjaan potensial memicu stress apabila pekerjaan itu dipandang sebagai kewajiban semata atau beban yang harus dikerjakan. Akibatnya, mereka merasakan pekerjaan sebagai stressor yang dapat mempengaruhinya sehingga mengganggu fisik atau psikis.

Kendati demikian, tiap orang punya daya tahan dan kemampuan berbeda dalam beradaptasi dengan stress. Respon sesorang terhadap stressor dipengaruhi kerentanan genetik, kepribadian atau temperamen, serta didukung sosial. Tidak adanya dukungan sosial dari lingkungan sekitar bisa membuat stres terasa lebih berat. Disinilah perlunya teman atau komunitas untuk membantu stres mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s